Kadar HDL-C Yang Rendah Sebagai Faktor Risiko Terjadinya Stroke Iskemik

Kadar HDL-C Yang Rendah Sebagai factor Risiko Terjadinya Stroke Iskemik

Stroke merupakan penyakit serebrovaskuler penyebab kematian tertinggi setelah penyakit jantung koroner. Imbasnya pada kehidupan pasien dan keluarganya sangat besar karena dapat terjadi kematian dini dan cacat jasmani sebagai residu (Residual disability). Banyak macam factor risiko terjadinya stroke yang sebagian sama dengan factor risiko terjadinya penyakit jantung. Penyebab yang fundamental dari kedua penyakit tersebut adalah terhalangnya aliran darah di dalam pembuluh darah arteri yang disebabkan oleh timbunan aterosklerosis. Segala factor yang langsung maupun tidak langsung mendorong terbentuknya plak merupakan factor risisko terjadinya penyakit jantung koroner berarti juga penyebab terjadinya stroke,antara lain dislipidemia, DM, hiperetensi, kegemukan dan merokok.

Definisi Stroke menurut WHO adalah tanda-tanda klinis yang berkembang cepat akibat gangguan fungsi otak fokal (atau global) dengan gejala-gejala yang langsung selama 24 jam atau lebih dan dapat menyebabkan kematian tanpa adanya penyebab lain yang jelas selain vaskuler.

HDL-C (High Density Lipoprotein-Cholesterol) adalah  lipoprotein dengan berat jenis tinggi,mempunyai ukuran 7,5-10 µm. setiap HDL-C terdiri dari 50% protein, 20% kolesterol, 5% trigleserid dan 25% phospolipid.

Kadar HDL-C yang rendah menjadi factor penting untuk suatu aterosklerosis dan terjadinya stroke iskemik. Kadar HDL-C yang rendah dapat ditemukan pada perokok, pria, DM,hipertrigliseridemia, pemakaian preparat androgen, dan obesitas. Konsentrasi HDL-C berbanding terbalik dengan insidensi aterosklerosis, keadaan ini terjadi mungkin karena konsentrasi HDL-C mencerminkan efisiensi pembersihan kolesterol jaringan. Aterosklerosis koroner  sendiri berkaitan dengan rasio LDL-C : HDL-C yang tinggi (>4,5)

Diagnosa srtoke iskemik ditegakkan berdasarkan temuan klinis,CT Scan ( Computed Tomography Scanning) meropakan baku emas untuk menentukan jenis patologi stroke, lokasi lesi serta menyingkirkan lesi non vaskuler. Pemeriksaan penunjang rutin yang dapat dilaksanakan adalah pemeriksaan laboratorium (darah rutin,urin rutin, triad lipid, asam urat,ureum.craetinin),EKG,Foto Rongent. Bila tidak mungkin dilakukan CT-Scan dapat dipakai algoritma Stroke Gadjah Mada, Siriraj Stroke Score,Punksi Lumbal, MRI.

Pada penelitian yang dilakukan pada 49 pasien Stroke selama 1 tahun,baik penderita stroke iskemik maupun hemoragik ternyata didapatkan hasil 37 orang adalah penderita strole iskemik dan 12 orang stroke hemoragik. Dan dari jumlah penderita stroke tersebut, didapatkan penderita stroke iskemik dengan kadar HDL-C yang rendah (<35 mg/dl) adalah 30 orang,sementara pada stroke hemoragik adalah 5 orang. Sedangkan penderita stroke iskemik dengan kadar HDL-C yang tinggi adalah 7 orang,sementara pada stroke homoragik adalah 7 orang. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Criteria inklusi yang digunakan adalah semua penderita stroke yang diperiksa kadar HDL-C nya. Criteria eksklusi adalah bila terdapat trauma kepala, penderita stroke yang disertai tumor serebri/serebelli, penyakit familial hiper alpha lipoproteinemia. Analisa data yang dipakai adalah analia rasio Prevalensi (RP). Dari hasil analisa RP didapat nilai RP 1.7 dengan interval kepercayaan 95% adalah 1.695-1.703. dari hasil penelitian tersebut dapat diketahui kadar HDL-C yang rendah mempunyai hubungan dengan stroke sikemik,dan dapat disimpulkan bahwa HDL-C yang rendah merupakan factor risiko terjadinya stroke iskemik.


About this entry