Pengobatan Tuberkulosis
Banyaknya kasus TB yang kita temukan di RS,menjadikan RS sebagai salah satu unit pelayanan kesehatan yang diharapkan mampu untuk mengatasi salah satu penyakit infeksi tropik menular yang ada di negara kita. Banyak hal yang perlu kita perhatikan dalam memberikan pengobatan kepada pasien, jangan sampai pemberian terapi tersebut hanya memperhatikan manfaat tanpa memperhatikan efek samping, banyak faktor yang sering dilupakan oleh petugas salah satunya pemberian dosis terapi yang sebaiknya disesuaikan dengan berat badan pasien. , termasuk tujuan pengobatan dan prinsip pengobatan. Berikut akan diuraikan mengenai tujuan dan prinip pengobatan TB,termasuk dosis pada terapi dengan OAT.
Tujuan Pengobatan TB
Pengobatan TB bertujuan untuk menyembuhkan pasien, mencegah kematian,mencegah kekambuhan,memutuskan mata rantai penularan dan mencegah terjadinya resistensi kuman terhadap OAT.
Prinsip Pengobatan
- OAT harus diberikan dalam bentuk kombinasi beberapa jenis obat,dengan dosis tepat sesuai kategori pengobatan.
- Dilakukan pengawasan langsung oleh seorang PMO
- Pengobatan diberikan dalam 2 tahap. Yaitu intensif dan lanjutan.
Apakah yang disebut Paket Kombipak?
Paket kombipak adalah paket obat lepas yang terdiri dari isoniasid, rifampisin, pirazinamid, dan etambutol yang dikemas dalam bentuk blister. Paket ini disediakan bagi pasien yang mengalami efek samping OAT KDT.
Dosis untuk panduan OAT-Kombipak Kategori 1
| Tahap Pengobatan |
Lama Pengobatan |
Dosis per hari/kali |
Jumlah hari/kali menelan obat | |||
| Tablet
Isoniasid @300mg |
Kaplet Rifampisin @450mg | Tablet Pirazinamid
@500mg |
Tablet Etambutol @250mg | |||
| Intensif | 2 bulan | 1 | 1 | 3 | 3 | 56 |
| Lanjutan | 4 bulan | 2 | 1 | - | - | 48 |
Dosis untuk panduan OAT-Kombipak Kategori 2
| Tahap Pengobatan |
Lama Pengobatan |
Tab. Isoniasid @300mg |
Kaplet Rifampisin @450mg |
Tablet Pirazinamid @500mg |
Etambutol
|
Streptomisin injeksi |
Jml hari/kali menelan obat |
|
|
Tab. @250mg |
Tab. @400mg |
|||||||
|
Intensif |
2 bulan |
1 |
1 |
3 |
3 |
- |
0,75gr |
56 |
|
Lanjutan |
4 bulan |
2 |
1 |
- |
1 |
2 |
- |
60 |
Apakah yang disebut KDT?
KDT (Kombinasi Dosis Tetap atau yang biasa dikenal dengan FDC (Fixed Dose Combination ) adalah OAT yang disediakan dengan dosis yang disesuaikan dengan berat badan sehingga menjamin efektifitas obat dan mengurangi efek samping. Keuntungan yang lain dalam penggunaan KDT ini adalah mencegah penggunaan OAT secara monoterapi,sehingga mencegah terjadinya resistensi obat dan mengurangi kesalahan penulisan resep. Jumlah obat yang ditelan jauh lebih sedikit,sehingga pemberian obat jauh lebih sederhana dan meningkatkan kepatuhan pasien.
Dosis untuk panduan OAT-KDT Kategori 1
|
Berat badan |
Tahap intensif Tiap hari selama 56 hari RHZE ( 150/75/400/275 ) |
Tahap lanjutan 3 x seminggu selama 16 minggu RH ( 150/150 )
|
|
30-37 kg |
2 tablet KDT |
2 tablet KDT |
|
38-54 kg |
3 tablet KDT |
3 tablet KDT |
|
55-70 kg |
4 tablet KDT |
4 tablet KDT |
|
> atau = 71 kg |
5 tablet KDT |
5 tablet KDT |
Dosis untuk panduan OAT-KDT Kategori 2
|
Berat badan |
Tahap intensif tiap hari RHZE ( 150/75/400/275 )+ S |
Tahap lanjutan 3x seminggu RH ( 150/150 )+E (400) |
||
|
Selama 56 hari |
Selama 28 hari |
Selama 20 minggu |
||
|
30-37 kg |
2 tablet KDT + 500 mg Strep.inj | 2 tablet KDT | 2 tablet KDT + 2 tablet etambutol | |
|
38-54 kg |
3 tablet KDT + 750 mg Strep.inj | 3 tablet KDT | 3 tablet KDT + 3 tablet etambutol | |
|
55-70 kg |
4 tablet KDT + 1000mg strep.inj | 4 tablet KDT | 4 tablet KDT + 4 tablet etambutol | |
|
> atau = 71 kg |
5 tablet KDT + 1000mg strep.inj | 5 tablet KDT | 5 tablet KDT + 5 tablet etambutol | |
Untuk pasien yang berumur 60 th keatas dosis maksimal untuk streptomisin adalah 500mg tanpa memperhatikan BB. Cara melarutkan streptomisin adalah vial 1 gram + aquabidest 3,7 ml sehingga menjadi 4 ml ( 1ml= 250 mg ).
Sumber : Pedoman Nasional Penanggulangan TUBERKULOSIS Edisi 2 cetakkan Pertama 2007
About this entry
You’re currently reading “Pengobatan Tuberkulosis,” an entry on Sulistya Nugrahaningrum
- Telah Diterbitkan:
- Oktober 13, 2009 / 1:52 am
- Kategori:
- Kesehatan
